Dewan Mochamad Ichsan: “Bahasanya Seperti ini, Penanganan Sampah di Jawa Barat itu di Lapangan Tidak Seindah Seperti di Instagram”

Bogor – Anggota Komisi II DPRD Jawa Barat Mochamad Ichsan Maoluddin menyorot betul kusutnya permasalahan mitra kerja Komisi II DPRD Jawa Barat khususnya dibidang pertanian.

Catatan pertama datang dari program petani millenial (petmil) yang dinilai Ichsan belum sepenuhnya siap.

“Terkadang Gubernur kita itu yang sudah jelas-jelas mitra kerjanya ada salah satu Komisi yang ada di DPRD tidak diajak, seperti Petani milenial, kalau kita tidak berkomentar akhirnya banyak kendala dilapangan,” ujarnya.

“Alih-alih dapat keuntungan, malah dia (pelaku petani millenial) menjadi orang yang punya hutang ke Bank dan itu tidak tuntas, barangkali kenapa tidak dikonfirmasi dengan dewan, kami menduga ada kekhawatiran program mereka (Pemprov Jabar) dijegal,” lanjut Ichsan.

Kemudian temuan Komisi II dibagian Satuan pelaksana (Satpel) dimana levelnya dinilai cukup mengkhawatirkan.

“Kondisinya sudah tidak layak, kemudian anggaran untuk penyuluh dari Satpel, kunjungan ke satu titik dia (petugas Satpel) perlu transport kesana, akirnya mereka loyalitas tanpa batas, saya bilang, ini kasihan tapi mereka saat laporan angkannya bagus-bagus saja, jangan berbohong sampaikan kejujuran,” kata Mochamad Ichsan.

Selain itu persoalan kelangkaan pupuk, program-program terbaru petani milenial yang dinilai hanya bagian yang suksesnya saja dipublikasi tapi tidak diceritakan bagian yang gagalnya.

“Bahasanya seperti ini, penanganan sampah di Jawa Barat itu di lapangan tidak seindah seperti di Instagram, jadi itu menunjukan bahwa di lapangan kondisi nyatanya seperti itu, mudah-mudahan kedepan Pemprov bisa berbenah, apa yang menjadi prioritas jangan sampai banyak gimik karena masyarakat sudah jengah,” pungkasnya.