RAKYATJAYA.COM – Ironi, Bupati Bogor Rudy Susmanto membuat kalangan publik dan sejumlah pihak tercengang.
Bagaimana tidak, F1 Kabupaten Bogor itu tanpa melihat track record seorang ASN yang pernah tersangkut Kolusi, Korupsi, dan Nepotisme (KKN) malah mendapat promosi jabatan.
Sebut saja, Gantara Lenggana selaku Kabid Pemeliharaan Jalan dan Jembatan pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bogor, sempat menjadi saksi dalam kasus dugaan eks Bupati Bogor Ade Yasin dalam menyuap auditor Badan Pemeriksa Keuangan Provinsi (BPKP) Jawa Barat.
Dimana, saat itu Gantara Lenggana ini pada 15 Juni 2022 diberondong pertanyaan oleh Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang perannya saat itu diduga menjadi pengepul atau mengumpulkan sejumlah uang dari beberapa instansi di lingkup Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Bogor, untuk selanjutnya diberikan kepada sejumlah anggota BPKP Jabar agar Pemkab Bogor dibawah komando Ade Yasin memperoleh predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) tahun anggaran 2021.
Saat itu, Pelaksana tugas (Plt) Juru Bicara KPK, Ali Fikri menjelaskan, jika pemeriksaan para saksi yang dipanggil sudah selesai dilakukan.
“Pemerikan terhadap Gantara Lenggana, sudah selesai pada Rabu (15/6) bertempat di gedung KPK Merah Putih, Tim Penyidik telah selesai memeriksa saksi untuk tersangka Ade Yasin,” kata Ali Fikri kepada wartawan, Jum’at (17/06/22) lalu.
Menurut Ali Fikri, untuk saksi bernama Gantara Lenggana dimintai keterangannya terkait dugaan aliran dana yang dikumpulkan dari Pejabat Dinas di Pemkab Bogor.
“Gantara Lenggana hadir dan dikonfirmasi antara lain terkait dengan dugaan adanya pengumpulan uang dari beberapa pejabat di beberapa SKPD Pemkab Bogor, sebagaimana arahan tersangka AY melalui orang kepercayaannya agar membiayai seluruh proses pelaksaan audit dari tersangka ATM dan kawan kawan,” jelasnya.
Sementara itu, salah satu pejabat teras di lingkup Pemkab Bogor, yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan rasa keheranannya atas promosi jabatan yang diberikan Bupati Bogor kepada Gantara Lenggana tersebut.
“Aneh ya, dulu pernah tersangkut kasus karena kedapatan sebagai pengepul uang untuk menyuap eks pejabat BPKP Jabar atas tersangka mantan Bupati Bogor Ade Yasin. Tapi pelantikan kemarin di Pendopo beliau (Gantara, red) malah dilantik alias mendapat promosi jabatan baru sebagai Sekretaris Dinas PUPR Kabupaten Bogor,” ungkapnya.
Terpisah, Direktur Lembaga Pemerhati Kebijakan Publik (LPKP) Rahmatullah mengingatkan, Bupati Bogor yang saat ini tengah merombak besar-besaran dikalangan Birokrat, untuk tetap menerapkan konsep meritokrasi agar sistem atau prinsip yang menyatakan bahwa kekuasaan, posisi, atau imbalan dalam suatu masyarakat maupun organisasi diberikan kepada individu berdasarkan prestasi.
“Maupun kemampuan dan kualifikasi, bukan karena faktor-faktor hubungan pribadi atau status sosial,” tegas aktivis pria yang akrap disapa Along.
Sekadar diketahui, Sebanyak 45 pejabat eselon III dan IV di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor resmi dilantik dan diambil sumpah jabatannya oleh Bupati Bogor, Rudy Susmanto.
Prosesi pelantikan para pejabat Pemkab Bogor berlangsung di Pendopo Bupati, Cibinong, Kamis (19/6/2025).







